I
Definisi
Ilmu Ekonomi, Sejarah, Kegiatan Ekonomi, Pembagian dan Penggolongan Ilmu
Ekonomi
A. Ilmu
ekonomi berasal dari kata :
Oikos
yang artinya keluarga atau rumah tangga, dan Nomos yang artinya aturan.
Jadi
bisa dikatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang prilaku
manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Menurut
segi bahasa, Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari
berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang
dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan
pilihan terhadap tidak terbatas. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu serapan.
Berikut
ini adalah pengertian dan definisi ilmu eko
nomi menurut beberapa ahli:
Ø
ADAM SMITH
Ilmu ekonomi secara sistemtis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbats guna mencapai tujuan tertentu.
Ilmu ekonomi secara sistemtis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbats guna mencapai tujuan tertentu.
Ø
ALFRED MARSHALL
Ilmu ekonomis adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari.
Ilmu ekonomis adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari.
Ø
PAUL A SAMUELSON
Ilmu ekonomi adalah ilmu pilihan, ilmu ini mempelajari bagaimana orang memilih menggunakan sumber produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi.
Ilmu ekonomi adalah ilmu pilihan, ilmu ini mempelajari bagaimana orang memilih menggunakan sumber produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi.
Ø
VON NEUMANN dan
MORGENSTERN
Ilmu ekonomi adalah disiplin ilmu yang sayang sekali bila tidak diperlakukan secara tidak ilmiah karena para tokoh terkemukanya sibuk mengurusi solusi-solusi untuk menghadapi masalah-masalah mendesak zaman itu.
Ilmu ekonomi adalah disiplin ilmu yang sayang sekali bila tidak diperlakukan secara tidak ilmiah karena para tokoh terkemukanya sibuk mengurusi solusi-solusi untuk menghadapi masalah-masalah mendesak zaman itu.
Ø
M. MANULANG
Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (kemakmuran suatu keadaan dimana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa).
Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (kemakmuran suatu keadaan dimana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa).
Ø
LIPSEY
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuha manusia yang tidak terbatas.
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuha manusia yang tidak terbatas.
Ø
ALFRED W
Ilmu ekonomi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu ilmu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ilmu ekonomi terapan.
Ilmu ekonomi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu ilmu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ilmu ekonomi terapan.
Ø
SAMUEKON
Ilmu ekonom adalah sebuah studi yang menganalisis kerugian dan keuntungan meningkatkan pola-pola tertentu dalam pemakaian sumber daya.
Ilmu ekonom adalah sebuah studi yang menganalisis kerugian dan keuntungan meningkatkan pola-pola tertentu dalam pemakaian sumber daya.
B.
Ruang
Lingkup Ilmu Ekonomi
a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.
b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.
Pembagian Ilmu Ekonomi (Alferd W. Stonier dan Douglas C. Hague)
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).
Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik)
yang tertentu, artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan sebab akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).
Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan
oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.
b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.
Pembagian Ilmu Ekonomi (Alferd W. Stonier dan Douglas C. Hague)
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).
Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik)
yang tertentu, artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan sebab akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).
Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan
oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
C.
Metode
Ekonomi
a. Positive economics
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
b. Normative economics
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun yang disebut dengan politik ekonomi (political economics), salah satu cabangnya ekonomi kelembagaan. Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?
Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
b. Normative economics
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun yang disebut dengan politik ekonomi (political economics), salah satu cabangnya ekonomi kelembagaan. Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?
Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.
4. Kegiatan
Ilmu Ekonomi
Ø Produksi
Ø Konsumsi
Ø Distributor
II
Masalah Ekonomi, Tujuan, System
Ekonomi dan Pembagian System Ekonomi
Masalah ekonomi merupakan masalah
yang mendasar yang telah terjadi disemua negara, yang dianut berdasarkan
kondisi dan ideology negara yang bersangkutan.
A.
Masalah Ekonomi
Masalah ekonomi ada 2 yaitu masalah ekonomi modern
dan masalah ekonomi klasik :
1. Permasalahan Ekonomi Modern
a. Menentukan
barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce), Karena sumber daya
terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa
yang dibutuhkan masyarakat dapat
diproduksi. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja
yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan
jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak
dapat diproduksi.
b.
Menentukan cara barang diproduksi (how to produce)
Metode produksi atau teknologi mana yang akan
digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang
paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan
pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi
sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor
penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan
manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
c. Menentukan
untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) ,
Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi
dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana
memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang
lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi
jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi,
sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo.
Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep
keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan
berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam
jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai
dengan kebutuhan masing-masing .
2. Masalah Ekonomi Klasik
Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi klasik yang
dipelopori oleh Adam Smith. para penganut teori tersebut mengemukakan bahwa
permasalahan ekonomi merupakan satu kesatuan proses yang terdiri dari proses
produksi, distribusi, dan konsumsi. kesejahteraan/kemakmuran masyarakat
dipengaruhi oleh :
2.1 Masalah Pokok Ekonomi
Konsumsi setiap kebutuhan
manusia atau masyarakat didesak oleh kebutuhan-kebutuhan atau keinginannya
dalam menentukan jenis barang-barang dan jasa yang hendak digunakan atau
dikonsumsi.
Produksi,
masalah produksi berkaitan erat dengan produk (barang dan jasa) apa yang akan
diproduksi, untuk siapa barang tersebut diproduksi, menggunakan berapa tenaga
kerja. Dalam kegiatan produksi, tidak terlepas dari cara penggunaan bahan
mentah, peralatan (modal), tenaga kerja, dan teknologi yang menentukan
kapasitas produksi atau kemampuan memproduksi barang dan jasa.
Distribusi,
masalah distribusi adalah bagaimana menyalurkan barang dan jasa dari produsen
sampai ke konsumen serta saluran distribusi apa yang akan digunakan. misalnya
lewat distributor, agen, atau saluran lainnya
Pertumbuhan, masalah pertumbuhan ekonomi menyangkut bertambahnya
pendapatan nasional, di antaranya bertambahnya pendapatan/ masyarakat.
Pertumbuhan juga berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Pokok
masalahnya adalah bagaimana kehidupan ekonomi berjalan terus menerus dengan
sumber daya alam yang semakin berkurang, sementara pertambahan penduduk dan
kebutuhan masyarakat terus meningkat.
A. Masalah Ekonomi Lokal Dan Masalah Ekonomi Global
a. Masalah Ekonomi Lokal
Masalah
ekonomi dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang yang dianalisis
berdasarkan pendekatan letak geografis, menimbulkan konsep ekonomi regional
(regional econimics) atau ekonomi lokal yang menyelidiki tata ruang
sumber-sumber yang langka serta hubungannya dengan pengaruh terhadap lokasi
berbagai macam usaha kegiatan baik ekonomi maupun social. Ilmu ekonomi ini
berguna karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan dan manfaat
dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi lokal atau dapat dikelompokkan menjadi
dua permasalahan yaitu sebagai berikut:
1. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi
Masalah
ini berhubungan dengan bagaimana mengatur perekonomian dari waktu ke waktu
(bulan, triwulan, semester, dan tahun). Ada tiga permasalahan yang sering
muncul, yaitu:
Ø Inflasi berhubungan dengan masalah
kestabilan harga- harga barang dan jasa.
Ø Pengangguran atau kesempatan kerja.
Ø Ketidakstabilan neraca pembayaran suatu
Negara.
2.Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan
ekonomi
Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan
ekonomi yaitu bagaimana mengendalikan perekonomian supaya terjadi keseimbangan
antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya
dana untuk investasi. Masalah jangka panjang juga mengatur untuk dapat
menghindari masalah
ekonomi tersebut dalam waktu yang lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, dua
puluh tahun, dan seterusnya)
Masalah ekonomi jangka pendek, misalnya inflasi atau
kenaikan tingkat harga umum secara terus menerus, sebagai akibat keadaan jumlah
uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan mengatur jumlah barang,
dapat diatasi dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Mengurangi jumlah uang
yang beredar dapat dilakukan dengan menaikkan tingkat suku bunga bank, dengan
harapan orang yang meminjam berkurang dan yang menabung meningkat, sehingga
jumlah uang yang beredar berkurang. Untuk mengatasi inflasi dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
Kebijakan uang ketat
(tight money policy) contoh: Politik diskonto (menaikkan dan menurunkan tingkat
bunga), pasar terbuka (kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menjual
surat- surat berharga berupa SBI), meningkatkan kas rasio yaitu perbandingan
antara modal dengan dana pinjaman, kredit selektif (kebijaksanaan bank sentral
untuk memperketat pemberian kredit).
Kebijakan fiskal yaitu menentukan tarif pajak
yang tingi dengan harapan pajak yang ditarik pemerintah banyak, sehingga uang
yang beredar sedikit
Kebijaksanaan bidang produksi yaitu dengan
cara mempertinggi jumlah produksi, membeli subsidi kepada produse, sehingga
produksi lebih produktif untuk menghasilkan jumlah produksi lebih banyak. Pemerintah
dapat pula mendorong pengusaha untuk menanamkan modalnya (invenstasi) baru.
Kebijaksanaan
perdagangan interaksional yaitu dengan cara menurunkan biaya impor, dengan
harapan barang dan jasa yang beredar di masyarakat dalam negeri melimpah.
Kebijaksanaan bidang
harga yaitu kebijaksanaan pemerintah dalam menetapkan harga maksimum bagi
barang dan jasa.
Ketidakstabilan neraca
pembayaran atau difisit surplus neraca pembayaran merupakan masalah ekonomi
suatu Negara. Pengertian neraca pembayaran adalah catatan transaksi- transaksi
internasional.
Defisit neraca pembayaran tidak berarti
buruk dalam jangka pendek sebab, hal ini merupakan kondisi aliran modal ke luar
lebih banyak dibandingkan modal yang masuk. Masalah ini dapat diselesaikan
dengan meningkatkan penerimaan ekspor yang lebih besar dibandingkan kewajiban
membayar impor, akan tetapi dalam jangka panjang merupakan masalah. Begitu pula
sebaliknya, apabila neraca pembayaran surplus berkepanjangan tidak baik, neraca
pembayaran akan baik apabiia dibeianjakan. Devisa yang terakumulasi hanya akan
mendorong tingkat harga umum naik.
B.
Tujuan ekonomi menurut
paham ajaran agama Islam :
1.
Pertama, kegiatan ekonomi atau muamalah bertujuan untuk memperoleh
kesejahteraan ekonomi dalam batas-batas norma-norma moral Islami. Agama Islam
membolehkan manusia untuk menikmati rezeki dari Allah namun tidak boleh
berlebihan dalam pola konsumsi (QS. 49:13, 2:29).
1. Kedua, tatanan ekonomi yang diusahakan
bertujuan untuk membina persaudaraan dan menegakkan keadilan universal. Islam
menginginkan terbinanya tatanan sosial di mana semua individu mempunyai rasa
persaudaraan dan keterikatan layaknya suatu keluarga yang berasal dari orangtua
yang sama (QS. 49:13).
2.
Ketiga,
distribusi pendapatan yang seimbang. Islam mempunyai komitmen yang tinggi
terhadap persaudaraan manusia dan keadilan. Oleh karena itu, ketidakadilan
ekonomi tidak dibenarkan dalam Islam. Ketidakmerataan ekonomi tersebut hanya
akan meruntuhkan rasa persaudaraan antar sesama manusia yang ingin dibina oleh
Islam. Menurut ajaran Islam, semua sumber daya yang tersedia merupakan ‘karunia
Allah SWT yang diberikan kepada semua manusia’ (QS. 2:29)
3.2 Tujuan Ekonomi yang Didambakan
1.
Pertumbuhan Ekonomi. Diharapkan standar hidup masyarakat lebih tinggi.
Produksilah lebih banyak barang dan jasa dengan kualitas lebih baik atau
kembangkan standar kehidupan yang lebih tinggi.
2.
Efisiensi ekonomi (manfaat maksimum). Diusahakan dengan biaya minimal dari
produktifitas terbatas yang tersedia.
3.
Kesempatan kerja penuh. Pekerjaan cocok harus tersedia bagi semua orang yang
mampu dan tersedia untuk bekerja.
4.
Stabilitas tingkat harga. Inflasi dan deflasi perlu dihindari. Kebijakan
ekonomi disusun atau dirancang guna mencapai tujuan-tujuan ekonomi tertentu.
5.
Kebebasan ekonomi. Para eksekutif bisnis- pekerja dan para konsumen perlu
diberi kebebasan tinggi dalam menjalankan aktivitas mereka.
6. Distribusi pendapatan yang adil (an
Equitable Distribution of Income) tidak boleh adanya pihak yang teramat miskin
sedangkan pihak lain berkecukupan secara berlebihan.
7.
Kepastian ekonomi
8. Neraca
perdagangan (Balance of Trade). Perlu diupayakan adanya keseimbangan dalam
perniagaan internasional dan transaksi-transaksi finansial.
C.
Sistem ekonomi
Sistem perkonomian adalah sistem yang
digunakan oleh suatu negara untuk sumber daya yang dimilikinya baik kepada
individu maupun organisasi di negara tersebut mengalokasikan. Perbedaan
mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah
bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang
individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya,
semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia
berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Beberapa pendapat para ahli yang
terkait dengan sistem ekonomi antara lain :
1.
Chester A Bemand mengatakan bahwa :
”Sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang
terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan
masing-masing bagian itu memiliki ciri dan batas tersendir”
2. Dumatry
(1996) mengatakan bahwa :“Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur
serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan
dalam suatu ketahanan”.
3. Gregory
Grossman and M. Manu mengatakan bahwa :“Sistem ekonomi adalah sekumpulan
komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan
agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling
berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling
menopang dan mempengaruhi.”
4. Menurut
M. Hatta :”Sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus
berdasarkan atas asas kekeluargaan”
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli
di atas dapat penulis simpulkan bahwa sistem ekonomi bukan hanya sebagai
sekumpulan komponen atau unit perekonomian tetapi merupakan sebuah penerapan
yang dikembangkan oleh seperangkat masyarakat yang masing-masing memiliki ciri
dan batas-batas tersendiri.
1. PEMBAGIAN SISTEM EKONOMI
1.1 Sistem Ekonomi Tradisional
Suatu sistem yang digunakan oleh
masyarakat yang kegiatan ekonominya terbatas pada kegiatan produksi dan
konsumsi. Pada kegiatan ini sistem barter masih berlaku artinya jika suatu
masyarakat tak mampu menghasilkan produksi sendiri maka mereka akan
menukarkannya dengan orang lain yang mampu menghasilkan barang tersebut. Ciri –
cirinya adalah :
1) tak ada pembagian kerja
2) kegiatan ekonomi hanya merupakan
kebiasaan
3) produksi hanya bila dibutuhkan
4) keadaan masyarakat masih bersifat
kekeluargaan
5) barter
6) tanah merupakan tumpuan kegiatan
produksi dan sumber kemakmuran
7) sedikit menggunakan modal
8) teknik produksi diperoleh secara
turun temurun dan bersifat sederhana
Kebaikan sistem ekonomi tradisional
adalah :
1. Semangat kekeluargaan membuat
sistem ini lebih mengutamakan kehidupan sosial daripada semata – mata untuk
mencari keuntungan dalam suatu persaingan.
2. Sedikit menggunkan modal. Praktis
sistem ini hanya menggunakan faktor produksi alam dan tenaga kerja.
Keburukan sistem ekonomi tradisional
adalah :
1. Produktivitas tidak maksimal.
Tidak adanya spesialisasi dan teknik produksi yang hanya diturunkan membuat
hasil produksinya tidak maksimal
2. Barter. Sistem ini hanya berjalan
apabila ditemukan “ kehendak ganda yang selaras” sehingga apabila tidak
ditemukan maka sistem ekonomi tradisional juga tidak akan berjalan.
2. Sistem Ekonomi Liberal
Ekonomi liberal adalah teori ekonomi
yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau
French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan
“kebebasan alami” yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik
tersebut. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan paham tersebut.
Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar
bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.
Sistem ekonomi liberal klasik
Sistem ekonomi liberal klasik adalah
suatu filosofi ekonomi dan politis. Mula-mula ditemukan pada suatu tradisi
penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-batas dari kekuasaan
dan tenaga politis, yang menggambarkan pendukungan kebebasan individu.Teori itu
juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai
kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan
pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu
hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan
suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat
(konsumen).
Garis berpaham ekonomi liberal telah
pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat
yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh negara-negara di benua
Eropa dan Amerika. Seperti halnya di Amerika Serikat, paham liberal dikenali
dengan sebutan mild leftism estabilished.
III
Pengertian, Sejarah, Perkembangan
Bisnis dan Klasifikasi Bisnis
Bisnis perekonomian sudah ada pada
sejak terciptanya manusia pertama yaitu Nabi Adam AS, karenamanusia adalah
makhluk social (zoon politicon) yang saling membutuhkan antara satu dengan
lainnya. Dalam kehidupan masyarakat yang masih primitive, manusia harus
memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiiri, tidak tergantung pada orang lain.
Kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain sandang, pangan, dan papan.
Bisnis merupakan kegiatan dalam
menjual produk barang dan jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya.
Bisnis merupakan kegiatan beresiko yang memberikan kerugian baik dari segi
material maupun nonmaterial. Namun bila berhasil akan memberikan keuntungan dan
kesejahteraan bagi pemiliknya.
Agar
terhindar dari bisnis yang sangat beresiko, maka bisnis harus dijalankan dengan
tepat, dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang mantap dan serius.
Bisnis modern adalahkegiatan
menyalurkan barang-barang yang meliputi perdagangan dan perniagaan. Dengan
munculnya perdagangan bisnis modern, semakin memuudahkan kita untuk memenuhi
kebutuhan yang kita perlukan.
A.
Sejarah perkembangan Bisnis
Pada awalnya dimulai dengan sistem barter
(tukar menukar barang). Namun barter juga memiliki kelemahan yaitu
sulitnya menemukan alat pembayaran yang senilai dengan barang yang akan
ditukarkan. Hal ini dirasakan kurang efektif. Serta muncul kegiatan baru yang
disebut perdagangan. Sejak perdagangan munncul sistem barter sudah tidak
digunakan lagi, karena muncul alat pertukaran yang disebut uang. Uang yang
dimaksud dalam perekonomian jenis ini adalah benda-benda yang dianggap
mempunyai kekuatan magis, misalnya logam (emas dan perak). Manusia yang lebih
modern mulai mengenal perniagaan. Dalam perniagaan barang yang diperdagangkan
adalah barang dal;am jumlah besar (unit/partai). Kemudian muncul istilah bisnis
, alat pembayaran yang digunakan juga berkembang menjadi uang dalam bentuk Uang
Kartal (keras dan koin), Uang Giral, dan Credit Card.
B. Pengertian
Bisnis
Bisnis berasal dari bahasa Inggris
yaitu Business, pengembangan dari kata dasar “busy” yang diartikan sebagai satu
kesibukan atau aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan dan nilai
tambah.
C.
Proses Bisnis
suatu kumpulan pekerjaan yang saling
terkait untuk menyelessaikan suatu massalah tertentu.
1.
Komponen-komponen Bisnis
Manajemen : bagian yang
merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis.
Kekuatan
Brand atau Image : karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan
dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaann atau produk.
Produk
atau Layanan : komponen yang dijual atu ditawarkan ke pasar.
Partner
: pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.
Pelanggan
: pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang
ditawarkan.
D.
Klasiffikasi Bisnis :
1. Usaha
Pertanian
2. Produksi
Bahan Mentah
3. Pabrik/Manufaktur
4. Konstruksi
5. Usaha
Perdagangan Besar dan Kecil
6. Transfortasi
dan Komunikasi
7. Usaha
Finansial, Asuransi dan Real Estate
8. Usaha
Jasa
9. Usaha
yang Dilakukan oleh Pemerintah
2. Karakteristik
Proses Bisnis :
Definitive : bisnis harus memiliki batasan,
masukan, serta kegiatan yang jelas.
Urutan
: bisnis harus terdiri dari aktifitas yang berturut-turut sesuai dengan waktu
dan ruang.
Pelanggan
: harus mempunyai penerima hasil proses.
Nilai
Tambah : transformasi yang terjadi dalam proses bisnis harus mempunyai nilai
tambah pada penerima.
Keterkaitan
: bisnis tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus terkait dalam suatu
struktur organisasi.
IV
Faktor-faktor yang Menentukan Iklim
Bisnis, Ciri-ciri dan Problem Bisnis Saat Ini
A.
Faktor yang Mempengaruhi Iklim
Bisnis di Indonesia Investasi
Investasi adalah sumber dana untuk dapat menjalankan suatu
usaha. Bisa di dapatkan melalui pinjaman atau modal sendiri.
Contoh: Pihak pihak Bank swasta yang bersedia untuk meminjamkan modal usaha kepada para wirausahawan untuk membantu kinerja usaha atau untuk membangun usaha baru.
1. Izin Usaha
Izin usaha adalah suatu bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak yang berwenang atas penyeleranggaraan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perorangan maupun suatu badan. Izin Usaha bermanfaat agar kegiatan usaha yang dilakukan lancar dan tidak mendapat masalah dalam hal penempatan usaha ataupun promosi produk.
Contoh: Jika kita ingin mendirikan suatu usaha baru di tempat tertentu maka kita harus mengurus izin usaha ke pemerintah setempat, setelah mendapatkan izin barulah kita dapat melakukan kegiatan usaha tersebut.
2. Infrastruktur
Dalam hal ini berhubungan dengan fasilitas antara lain dapat berupa jalan, air bersih, pengelolahan limbah, perlistrikan, dan telekomunikasi.
Contoh: Bisnis yang kita lakukan harus di lakukan di tempat yang strategis dan mendukung kegiatan kita dalam berbisnis. Misalnya kita ingin memasarkan produk yang kita buat, maka harus ada tempat pemasaran berupa pasar untuk membantu kita dalam menjual produk kita.
3. Sumber Daya Manusia
Potensi yang terkandung di dalam diri manusia berupa kerajinan, kepintaran, kreatifitas dan semangat dalam melakukan suatu pekerjaan.
Contoh: Dalam memerkerjakan suatu karyawan kita harus dapat melihat potensi dalam diri seseorang agar nantinya dapat memajukan bisnis yang kita punya.
4. Tarif dan Administrasi Pajak
Pajak berupa iuran kas kepada pemerintah yang dikumpulkan dari masyarakat dan bertujuan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan.
Contoh: Besarnya pajak yang ditentukan dalam suatu usaha tergantung kepada besar atau kecilnya kemajuan usaha tersebut. Tapi kadang ada juga yang mematok pajak terlalu besar untuk usaha kecil yang menyebabkan rendahnya minat masyarakat untuk melakukan usaha.
5. Praktek Monopoli
Adanya suatu bentuk usaha yang menguasai pasar dan sebagai penentu harga sehingga menyulitkan pendatang baru untuk masuk ke pasar tersebut.
Contoh: umumnya praktek monopoli dilakukan oleh Negara, contohnya adalah PAM, PLN dan PT.KAI. Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa pihak swasta juga memonopoli pasar, contohnya saja produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk luar yang pada dasarnya adalah satu jenis produk yang sama tetapi hanya dibedakan oleh merk dan asal pembuatan
Contoh: Pihak pihak Bank swasta yang bersedia untuk meminjamkan modal usaha kepada para wirausahawan untuk membantu kinerja usaha atau untuk membangun usaha baru.
1. Izin Usaha
Izin usaha adalah suatu bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak yang berwenang atas penyeleranggaraan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perorangan maupun suatu badan. Izin Usaha bermanfaat agar kegiatan usaha yang dilakukan lancar dan tidak mendapat masalah dalam hal penempatan usaha ataupun promosi produk.
Contoh: Jika kita ingin mendirikan suatu usaha baru di tempat tertentu maka kita harus mengurus izin usaha ke pemerintah setempat, setelah mendapatkan izin barulah kita dapat melakukan kegiatan usaha tersebut.
2. Infrastruktur
Dalam hal ini berhubungan dengan fasilitas antara lain dapat berupa jalan, air bersih, pengelolahan limbah, perlistrikan, dan telekomunikasi.
Contoh: Bisnis yang kita lakukan harus di lakukan di tempat yang strategis dan mendukung kegiatan kita dalam berbisnis. Misalnya kita ingin memasarkan produk yang kita buat, maka harus ada tempat pemasaran berupa pasar untuk membantu kita dalam menjual produk kita.
3. Sumber Daya Manusia
Potensi yang terkandung di dalam diri manusia berupa kerajinan, kepintaran, kreatifitas dan semangat dalam melakukan suatu pekerjaan.
Contoh: Dalam memerkerjakan suatu karyawan kita harus dapat melihat potensi dalam diri seseorang agar nantinya dapat memajukan bisnis yang kita punya.
4. Tarif dan Administrasi Pajak
Pajak berupa iuran kas kepada pemerintah yang dikumpulkan dari masyarakat dan bertujuan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan.
Contoh: Besarnya pajak yang ditentukan dalam suatu usaha tergantung kepada besar atau kecilnya kemajuan usaha tersebut. Tapi kadang ada juga yang mematok pajak terlalu besar untuk usaha kecil yang menyebabkan rendahnya minat masyarakat untuk melakukan usaha.
5. Praktek Monopoli
Adanya suatu bentuk usaha yang menguasai pasar dan sebagai penentu harga sehingga menyulitkan pendatang baru untuk masuk ke pasar tersebut.
Contoh: umumnya praktek monopoli dilakukan oleh Negara, contohnya adalah PAM, PLN dan PT.KAI. Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa pihak swasta juga memonopoli pasar, contohnya saja produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk luar yang pada dasarnya adalah satu jenis produk yang sama tetapi hanya dibedakan oleh merk dan asal pembuatan
B.
Ciri –
Ciri Bisnis
Tujuh
ciri bisnis yang memiliki stabilitas jangka panjang antara lain:
1.
Bisa membagi waktu antara
keluarga , bisnis, dan kesehatan
Kelebihan
dari pengusaha yang memiliki bisnis yang stabil adalah kemampuan mereka dalam
mengelola waktu. Mereka tidak percaya dengan time management, mereka memiliki
self management. Waktu tidak bisa di atur, semua orang memiliki waktu 24 jam,
namun berapa banyak waktu yang menjadi produktifitas tergantung dari self
management seseorang.
Self
mastery di mulai dari adanya visi, goal dan why mastery. Dengan demikian mereka
mudah melakukan pengelolaan waktu.
Sebab
ke tidak seimbangan ini
sederhana, owner menghabiskan waktu untuk menjalankan bisnis bukan menghabiskan
waktu untuk membangun bisnis.
Ada
seorang pengusaha yang saat liburan masih memikirkan pekerjaan. Badannya ada di
Bali, pikirannya ada di Jakarta. Tidak ada ketenangan.
Tiga
tips mengelola waktu secara efektf:
•
Miliki Self mastery, disiplin, Kerja keras, Keinginan untuk belajar dan
berpikiran terbuka
•
Kuasai Delegation mastery, meliputi kemampuan untuk memberi goal yang
terkendali. Tidak semua orang memiliki kemampuan delegasi yang efektif. Serta
memantau hasil yang dilakukan oleh team anda
•
Planning Mastery. Ini satu hal yang sangat penting. Jika anda gagal membuat
rencana, berarti anda merencanakan untuk gagal.
Mereka
sadar bahwa waktu adalah aset yang paling berharga, karena uang bisa dicari,
waktu tidak bisa kembali.
2.
Memiliki mentor yang melihat
bisnis dari luar lapangan
Seorang
mentor adalah orang yang secara konsisten memberikan masukan tentang bisnis
anda. Mereka adalah dokter, sparing partner, tapi juga teman yang bisa anda
percaya. Mereka sudah melewati masa-masa yang anda lewati. Anda juga mendapat
leverage karena mereka memiliki pengetahuan dari berbagai industri yang bisa di
pelajari oleh industri anda.
Bagaimana
Mc Donald sampai mengadopsi taman kanak-kanak di dalam resto.Bagaimana toko
roti yang dulunya tidak memperlihatkan dapur, sekarang dibuat seperti pasar
Swalayan. Bagaimana pelatih olah raga di adopsi menjadi pelatih bisnis. Dan
masih banyak lagi, hal ini terjadi karena adanya proses mentoring, diskusi
panjang dengan orang-orang yang sangat kompeten dengan bidang bisnis.
3.
Menikmati kemenangan dan
kegagalan di bisnis
Ini
menarik, siapa pebisnis yang mau gagal? Jawabannya ‘semua’! Karena pebisnis
yang tidak mau gagal, tidak bertahan lama karena tidak banyak pengalaman.
Jika
ada dua pilihan antara resiko besar dan kecil mana akan dipilih seorang great
entrepreneur? Resiko terbesar… Resiko besar=reward besar. Reward dalam bentuk
uang hanya salah satu dari resiko. Bentuk reward bisa dalam berbagai bentuk:
1.
Reward bisa berupa pengalaman
2.
Reward bisa berupa pelajaran
3.
Reward bisa berupa pertemanan
4.
Reward bisa berupa uang
5.
Reward bisa berupa spiritual enlightment
Semua
reward di atas tidak pernah terjadi jika anda tidak ‘TAKE RISK’ ..
Jika
anda mengambil resiko terkecil, anda mendapat reward terkecil. Kuncinya
ternyata ada pada permainannya bukan hanya hasilnya.
4.
Memiliki profit yang tumbuh
secara gradual minimum 20% setiap tahun
Bisnis
yang tumbuh terlalu cepat sering mengalami kendala dengan fondasi bisnis,
seperti keuangan, operasional dan sales and marketing. Perhatikan proses kerja
bisnis anda, apakah operation sejalan dengan marketing, marketing dengan
finance, finance dengan purchasing.
Pertumbuhan
sangat penting,anda boleh cut cost tapi ada dua hal yang tidak boleh di potong:
Pertama,
biaya pemasaran. Marketing expenses harus terus jalan, pemasaran ini membuat
omset anda bertambah secara konsisten.
Kedua,
biaya pendidikan. The more knowledge you have, the easier your job become.
Semakin pandai, semakin mudah pekerjaan anda.Investasi leher ke atas daripada
leher ke bawah.
Roda
dunia berputar, anda bisa diatas, bisa di bawah. Saat anda di atas pelajari
hal-hal yang ada di bawah. Saat anda di bawah, pelajari hal-hal yang ada di
atas.
5.
Memiliki emergency plan di saat
krisis
Mereka
adalah Nahkoda handal,selalu bisa mengantisipasi masalah. Nahkoda
mengantisipasi badai dengan memiliki peta perjalanan. Selain peta di miliki,
mereka juga memiliki indikator-indikator yang memberikan lampu merah-kuning
atau hijau.
Mereka
tidak menunggu timbulnya krisis baru membuat rencana, mereka membuat rencana
menjaga-jaga jika terjadi krisis.
6.
Memiliki hubungan yang baik dengan share holder,
investor, dan principal
Hubungan
baik ini terbina karena saling menguntungkan. Investor dan principal adalah
orang-orang yang menginginkan anda maju, berkembang dan mencetak profit
sebanyak-banyaknya. Anda membutuhkan investor karena mereka memberi peluang
untuk mempercepat pertumbuhan dengan kapital investment.
Saat
ini banyak investor yang tidak puas dengan performance bisnis mereka, principal
mencari jalan untuk mencari pengelola baru. Karena tidak menguntungkan, tapi
yang terutama adalah karena tidak align.
7.
Memiliki mentor yang memberi ide secara konsisten di
saat krisis
Mentor
bisa melihat hutan dari atas pohon. Mentor adalah dokter bisnis yang memberi
anda second expert opinion tentang bisnis anda.
Karena
anda memiliki mentor, maka navigasi bisnis anda akan semakin jelas. Bayangkan,
sebuah bisnis yang sedang di landa krisis kadang tidak bisa berpikir secara
jernih. Karyawan kalang kabut, panik, saling memikirkan diri sendiri dan
pandangan menjadi kabur. Bagaimana dengan fokus bisnis anda?
Ketika
anda sibuk bermain di dalam lapangan, anda tidak bisa melihat strategi yang
paling efektif. Keberadaan seorang mentor yang memperhatikan permainan,
strategi kompetitor, kinerja karyawan bahkan mental dan semangat dibangun secara
dramatis.
Maka
keuntungan bisnis yang memiliki mentor akan lebih stabil, seperti memiliki
dokter pribadi. Saat ini dokter pribadi menjadi lebih murah karena beliau tahu
betul kondisi kesehatan anda luar dalam.
8.
Problema
Dunia Bisnis saat ini yang terjadi di Indonesia
Masalah ekonomi bisnis adalah
masalah yang lekat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari jual
beli, tawar menawar, atau ekspor impor. Namun begitu, tidak semua kalangan bisa
mengidentifikasi masalah ekonomi dengan mudah. Mereka umumnya sulit menuliskan,
melukiskan, dan mengatakan apa yang sebetulnya telah dicerna pikiran dan
realitas yang ada. Berikut ini adalah sebagian kecil dari masalah ekonomi yang
ada di Indonesia, yaitu :
1.
Kemiskinan dan Kesejahteraan
N Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan dan merupakan masalah global yang sulit diatasi.
N Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan dan merupakan masalah global yang sulit diatasi.
2.
kategori kemiskinan, diantaranya :
a. Kemiskinan Absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia.
b. Kemiskinan Relatif Kesejahteraan dalam artian ekonomi dihubungkan dengan keuntungan benda.
a. Kemiskinan Absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia.
b. Kemiskinan Relatif Kesejahteraan dalam artian ekonomi dihubungkan dengan keuntungan benda.
3.
Perdagangan Bebas
Akhir-akhir ini banyak sekali di singgung bahwa perdagangan bebas dalam segi negatif, misalnya, produsen dalam negri yang bersaing dengan produsen dari luar negri yang menghasilkan barang dengan kualitas yang baik dan harga yang murah. Hal itu dapat mengakibatkan matinya produsen dalam negeri yang notabenenya akan memajukan ekonomi dan bisnis dalam negeri. Hal inilah yang harus lebih diperhatikan. Bagaimana menghasilkan barang dengan kualitas yang baik dan harga jual yang murah agar bisa bersaing dalam era perdagangan bebas saat ini.
Akhir-akhir ini banyak sekali di singgung bahwa perdagangan bebas dalam segi negatif, misalnya, produsen dalam negri yang bersaing dengan produsen dari luar negri yang menghasilkan barang dengan kualitas yang baik dan harga yang murah. Hal itu dapat mengakibatkan matinya produsen dalam negeri yang notabenenya akan memajukan ekonomi dan bisnis dalam negeri. Hal inilah yang harus lebih diperhatikan. Bagaimana menghasilkan barang dengan kualitas yang baik dan harga jual yang murah agar bisa bersaing dalam era perdagangan bebas saat ini.
4.
Kejujuran
Kejujuran dalam etiket berbisnis sangat mempengaruhi dan menentukan dalam bisnis. Sebuah kejujuran sangat dibutuhkan antar individu yang terlibat dalam bisnis yang dilakukan. Karena bisnis dilakukan tidak hanya dari satu individu, tetapi lebih dari satu individu yang berperan dalam transaksi bisnis yang terjadi.
Salah satu contoh yang sangat problematis dan sering terjadi saat ini adalah korupsi. Jika korupsi terjadi, banyak pihak yang akan dirugikan. Baik diri sendiri, maupun orang lain yang terlibat secara langsung dan tidak langsung.
Kejujuran memang sangat sulit ditegakkan, namun ada cara untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga masyarakat tidak sangsi atau meragukan keaslian laporan keuangan yang diajukan dan akhirnya masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan investasi.
Kejujuran dalam etiket berbisnis sangat mempengaruhi dan menentukan dalam bisnis. Sebuah kejujuran sangat dibutuhkan antar individu yang terlibat dalam bisnis yang dilakukan. Karena bisnis dilakukan tidak hanya dari satu individu, tetapi lebih dari satu individu yang berperan dalam transaksi bisnis yang terjadi.
Salah satu contoh yang sangat problematis dan sering terjadi saat ini adalah korupsi. Jika korupsi terjadi, banyak pihak yang akan dirugikan. Baik diri sendiri, maupun orang lain yang terlibat secara langsung dan tidak langsung.
Kejujuran memang sangat sulit ditegakkan, namun ada cara untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga masyarakat tidak sangsi atau meragukan keaslian laporan keuangan yang diajukan dan akhirnya masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan investasi.
5.
Inflasi
ó Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian.
ó Inflasi merupakan salah satu penyakit makro yang selalu menjadi perhatian pengambil kebijakan ekonomi. Mengapa demikian? Karena masalah inflasi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Suatu pemerintahan dapat dikatakan gagal, bila tidak mampu mengatasi masalah inflasi.
ó Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga secara keseluruhan yang berlangsung terus-menerus. Sebenarnya inflasi tidak selalu buruk, asalkan masih berada pada tingkat yang aman. Inflasi menjadi bermasalah dan harus segera diatasi bila laju inflasinya tinggi. Karena, inflasi yang tinggi menyebabkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa menjadi turun. Indonesia pernah mengalami masa suram perekonomian pada saat tahun 1965, dimana terjadi hiper-inflasi. Laju inflasi pada waktu itu sebesar 650%, berarti harga-harga naik lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
ó Penyebab inflasi sangat beragam, oleh sebab itu pengambil kebijakan harus tahu persis apa akar permasalahan yang menyebabkan kenaikan pada harga barang dan jasa. Untuk kurun 1990-an, beberapa pengamat menilai dan merumuskan berbagai faktor penyebab inflasi diantaranya adalah devaluasi, kenaikan gaji pegawai negeri, kenaikan harga BBM dan kenaikan harga listrik.
ó Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian.
ó Inflasi merupakan salah satu penyakit makro yang selalu menjadi perhatian pengambil kebijakan ekonomi. Mengapa demikian? Karena masalah inflasi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Suatu pemerintahan dapat dikatakan gagal, bila tidak mampu mengatasi masalah inflasi.
ó Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga secara keseluruhan yang berlangsung terus-menerus. Sebenarnya inflasi tidak selalu buruk, asalkan masih berada pada tingkat yang aman. Inflasi menjadi bermasalah dan harus segera diatasi bila laju inflasinya tinggi. Karena, inflasi yang tinggi menyebabkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa menjadi turun. Indonesia pernah mengalami masa suram perekonomian pada saat tahun 1965, dimana terjadi hiper-inflasi. Laju inflasi pada waktu itu sebesar 650%, berarti harga-harga naik lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
ó Penyebab inflasi sangat beragam, oleh sebab itu pengambil kebijakan harus tahu persis apa akar permasalahan yang menyebabkan kenaikan pada harga barang dan jasa. Untuk kurun 1990-an, beberapa pengamat menilai dan merumuskan berbagai faktor penyebab inflasi diantaranya adalah devaluasi, kenaikan gaji pegawai negeri, kenaikan harga BBM dan kenaikan harga listrik.
6.
Produktifitas
Produktifitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatkan produktifitas, orang tidak cukup hanya dengan bekerja keras, tetapi juga memerlukan peralatan dan metode kerja yang lebih baik. Disamping itu juga diperlukan peningkatan investasi, riset dan pengembangan, dan teknik – teknik manajemen yang lebih maju.
Produktifitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatkan produktifitas, orang tidak cukup hanya dengan bekerja keras, tetapi juga memerlukan peralatan dan metode kerja yang lebih baik. Disamping itu juga diperlukan peningkatan investasi, riset dan pengembangan, dan teknik – teknik manajemen yang lebih maju.
7.
Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Apabila
kita ingin mendirikan suatu bisnis. Maka kita harus memperhatikan dasarnya
terlebih dahulu. Karena dasar nya tersebut mampu mengubah sebagian struktur
dalam perekonomian. Bisnis merupakan suatu bagian dalam perekonomian. Dasar
yang sangat mempengaruhi dunia bisnis tersebut adalah Inflasi, Produktifitas
dan Pengangguran. Tiga dasar ini mempunyai peran yang sangat penting karena
ketiga dasar terbut mampu menimbulkan masalah dalam dunia bisnis. Apabila
berubah secara berkala. Dunia bisnis pun bisa berubah secara berkala. Sehingga
kita harus mampu dan lebih memahami bagaimana kita dapat mengatasi masalah –
masalah yang mempengaruhi dunia bisnis.
V
Pengertian Llingkungan Perusahaan,
Pengertian Lingkungan Hidup Perusahaan dan Pemilihan Lokasi Perusahaan
A. Pengertian
Lingkungan Perusahaan
Lingkungagan
perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang
mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan
arti lingkungan secara luas mencangkup semua faktor ekstern yang mempengaruhi
individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-fakrot yang mempengaruhi
perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termaksuk aspek-aspke
ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, dan ekologi.
Perusahaan
dalam Masyarakat Pluralistik
Masyarakat Pluralistik kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat ini terdapat banyak pusat kekuatan masing-masing mempunyai sifat mandiri., pluralisme menggambarkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Masyarakat Pluralistik kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat ini terdapat banyak pusat kekuatan masing-masing mempunyai sifat mandiri., pluralisme menggambarkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
B.
Kesan
Negatif Tentang Perusahaan
Menyangkut
penyelewengnan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat
pemirintah, periklanan yang menipu, kebocoran pabrik yang berbahaya,
pembayaran-pembayaran yang tidak legal, dan sebagainya.
Kritik
terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral,
etik, dan politik saja, tetapi juga menyangkut lingkungan fisik.
1. Ciri-ciri
Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahun 1973 mendefinisikan Perusahaan Multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/pamberian jasa dalam sedikitnya dua negara.
Maka diperoleh kesimpulan bahwa Perusahaan Multinasional merupakansumber dari penanaman modal asing langsung dan jumlahnya merupakan ukuran kegiatan perusahaan itu.
2. Kebaikan Perusahaan Multinasional
a. Menambah devisa negara melalui penanaman modal dibidang ekspor
b. Mengurangi devisa dibidang impor sektor industry
PBB dalam laporan tahun 1973 mendefinisikan Perusahaan Multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/pamberian jasa dalam sedikitnya dua negara.
Maka diperoleh kesimpulan bahwa Perusahaan Multinasional merupakansumber dari penanaman modal asing langsung dan jumlahnya merupakan ukuran kegiatan perusahaan itu.
2. Kebaikan Perusahaan Multinasional
a. Menambah devisa negara melalui penanaman modal dibidang ekspor
b. Mengurangi devisa dibidang impor sektor industry
c. Menambah kesempatan kerja
d. Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan
gaji cukup besar
e. Memodernisir industry
e. Memodernisir industry
3. Keburukan
Perusahaan Multinasional
Makin
banyak perusahaan didirikan makin mempengaruhi kekeuasaan negara jika sedikit
artinya jumlah kuantitasnya sedikiit.
Perusahaan
itu memperoleh hasil berupa:
1. Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri oleh pemegang sahamnya
2. Penyusutan digunakan untuk menutupi keuntungan
3. Kebutuhan akan bahan baku dan bahan modal harus didatangkan dari Luar Negeri dan Pemerintah harus menyediakan fasilitas.
1. Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri oleh pemegang sahamnya
2. Penyusutan digunakan untuk menutupi keuntungan
3. Kebutuhan akan bahan baku dan bahan modal harus didatangkan dari Luar Negeri dan Pemerintah harus menyediakan fasilitas.
Selain
itu perusahaan ini dapat menarik modalnya sewaktu –waktu sehingga memberikan
akibat kurang baik bagi neraca pembayaran.
C.
Pengertian Lingkungan
Hidup Perusahaan
Lingkungan hidup
adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri,
kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Demikian pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-undang No. 32
Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Indonesia merupakan negara dengan
kekayaan lingkungan hidup yang tiada terkira, sayangnya tingkat kerusakan
lingkungan hidup di Indonesia juga sangat tinggi dan mimiriskan.
Lingkungan
eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan
sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain.
Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan
eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output
bagi lingkungan eksternal.
1.
Lingkungan ekternal dibagi menjaddi 2 :
Lingkungan Eksternal Mikro
(unsur-unsur tindakan secara langsung atau yang berada di lingkungan khusus)
Lingkungan Eksternal Makro
(unsur-unsur tindakan secara tidak langsung atau yang berada di lingkungan umum).
A. Lingkungan
Eksternal Mikro :
Pelanggan
(customers) : pelanggan yang membeli barang dan jasa yang sudah diciptakan.
Karena perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan.
Pesaing
(competitor) : perusahaan didalam industry yang sama dan menjual produk atau
jasa kepada pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan analisis bersaing, yaitu menentukan
siapa pesaingnya, meengantisipasi pergerakan pesaing, serta memperhitungkan kekuatan
dan kelemahan pesaing.
Pemasok
(suppliers) : perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan
dan sumber informassi kepada perusahaan yang lain. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah
satu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan
sulitnya menjual produk kepada pembeli lain.
Perwakilan-perwakilan
dari Pemerintah : Hubungan organisasi dalam perwakilan-perwakilan pemerintah
berkembang semakin kompleks.
Lembaga
Keuangan : Organisasi-organisasi tergantung pada lembaga keuangan, seperti
bank-bank komersial, bank-bank instansi, dan perusahaan-perusahaan asuransi
termasuk pasar modal.
B. Lingkungan Eksternal Makro :
1. Ekonomi
Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi
sebagian besar organisasi yang beroperasi di dalamnya. Pada suatu keadaan
perekonomian yang sedang tumbuh, secara umum kemampuan daya beli masyarakat
untuk membeli suatu produk atau jasa meningkat. Dalam keadaan perekonomian yang
lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi
sulit. Sehingga para manajer perusahaan harus selalu mengantisipasi
variable-variabel ekonomi seperti kecendrungan inflasi, tingkat suku bunga,
kebijakan fiscal dan moneter, dan harga-harga yang ditetapkan oleh pesaing.
2. Teknologi
Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik
yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan (input) menjadi keluaran (output).
Sehingga perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk
yang lebih baik atau menghasilkan produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi
prubahan teknologi juga dapat memberikan suatu ancaman bagi
perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya perusahaanfotocopy pada awalnya
memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.
3. Politik Hukum
Komponen politik/hukum adalah undang-undang,
peraturan, dan keputusan pemerintah yang mengatur perilaku usaha. Komponen
politik/hukum ini dalam suatu periode waktu tertentu akan menentukan operasi
perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik dan
hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu negara, seperti perlakuan yang
adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan upah minimum yang ditetapkan
pemerintah.
4. Sosial Budaya
Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik
demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu
masyarakat tertentu. Pertama, perubahan karakteristik demografi seperti, jumlah
penduduk dengan keterampilan khusus, pertumbuhan atau pengurangan dari golongan
populasi tertentu, mempengaruhi cara perusahaan menjalankan usahanya. Kedua,
perubahan sosial budaya dalam perilaku, sikap, dan norma-norma juga
mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu usaha.
D. Pemilihan Lokasi Perusahaan
Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan
Lokasi Industri:
- Letak dari sumber bahan mentah untuk
produksi
- Letak dari pasar konsumen
- Ketersediaan tenaga kerja
- Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
- Ketersediaan energi
- Letak dari pasar konsumen
- Ketersediaan tenaga kerja
- Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
- Ketersediaan energi
A. Jenis-Jenis
Lokasi Perusahaan
1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan
pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
2. Lokasi perusahaan yang mengikuti
sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
3. Lokasi perusahaan yang mengikuti
kondisi alam
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti
faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
B. Fungsi-fungsi perusahaan
Ada dua fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. :
a. Fungsi Operasi
Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
Ada dua fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. :
a. Fungsi Operasi
Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
b.
Fungsi Manajemen
Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
C. Ciri-ciri perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Ciri-ciri umumnya :
a. Operatif: adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
b. Koordinatif: diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
c. Regular: untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
d. Dinamis: lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
e. Formal: tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
f. Lokasi: perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
g. Pelayanan Bersyarat: keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Ciri-ciri umumnya :
a. Operatif: adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
b. Koordinatif: diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
c. Regular: untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
d. Dinamis: lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
e. Formal: tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
f. Lokasi: perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
g. Pelayanan Bersyarat: keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar